v

Olahraga Lebih Dianjurkan untuk Redakan Insomnia, Ini Alasannya

Ketika diserang insomnia, obat tidur dinilai lebih efektif dan cepat membuat kantuk. Tetapi sebenarnya ada cara yang sama ampuhnya dan juga bebas efek samping.

Psikolog klinis Kelly Glazer Baron mengatakan olahraga lebih baik dari obat tidur dalam mengatasi insomnia.

"Dari satu penelitian yang kami lakukan terungkap wanita paruh baya yang mengidap insomnia mengaku tidurnya membaik setelah berolahraga. Mereka juga mengaku lebih berenergi dan tidak cenderung depresi lagi," katanya.

Meski demikian, peneliti tidur dari Arizona State University, Shawn Youngstedt mengatakan, olahraga mungkin tidak seefektif obat tidur untuk mengatasi insomnia. Hanya saja bila Anda memperhatikan efek samping dari pengobatan, maka olahraga tentu lebih unggul.

"Obat tidur jelas sangat berbahaya, bahkan sama buruknya dengan efek menghisap sekotak rokok dalam sehari," katanya seperti dilaporkan CNN.

Belum lagi efek samping lain seperti infeksi, mudah terjatuh dan demensia di usia senja bila dikonsumsi dalam waktu lama. Biasanya efektivitas obat tidur sendiri juga hanya bertahan beberapa pekan saja.

"Jadi olahraga itu jelas lebih murah, lebih menyehatkan dan bonusnya, penelitian membuktikan bahwa mereka yang memiliki kebugaran fisik karena berolahraga berisiko lebih rendah untuk mengalami insomnia," tuturnya.

Lalu berapa lama olahraga yang disarankan demi mendapatkan istirahat yang optimal? Sebagian besar studi menyebut olahraga berintensitas sedang seperti aerobik selama 2,5 jam perpekan, dikombinasikan dengan latihan kekuatan sebanyak 2 kali sepekan.

Selain aerobik, bisa juga dengan jalan cepat, bersepeda atau olahraga dengan alat bantu mesin di gym. "Lebih baik lagi dilakukan di luar ruangan karena cahaya matahari bisa membantu memperbaiki pola tidur," tambah Youngstedt.

Sedangkan untuk waktunya, Youngstedt menyarankan pagi hari sebagai waktu terbaik untuk berolahraga. Namun bagi mereka yang terpaksa hanya bisa berolahraga di malam hari, Youngstedt mengatakan ini tak jadi soal.

"Paling hanya 10 persen yang mengaku olahraga di malam hari mengganggu tidurnya. Tetapi itupun karena mereka belum terbiasa saja. Bagi mayoritas dari kita, berolahraga di malam tetap akan membantu memperbaiki pola tidur kita," paparnya.

Sumber   :   health.detik.com
Editor      :   bandarberita757.blogspot.com
Advertisemen

Disqus Comments