v

Warga Tewas Dibacok Anggota Geng Motor di Jatiwaringin

Kericuhan terjadi di Jalan Jatiwaringin, Kampung Makasar, Jakarta Timur pagi ini. Seorang warga berinisial F (20) tewas terkena bacok.

"Ada satu korban meninggal dunia kena bacok di pelipis kiri dan di bawah kupingnya. Itu lukanya kecil cuma mematikan. Sempat dibawa ke rumah sakit untuk penanganan awal, tapi meninggal di perjalanan," kata Kapolres Jakarta Timur Kombes Andry Wibowo saat dikonfirmasi, Minggu (21/5/2017).
Andry mengatakan korban bukanlah orang yang terlibat dalam tawuran. F diketahui sedang berkumpul dengan teman lainnya.

"Dia warga Bekasi. Dia korban. Di sana dia cuma nongkrong saja, ngopi. Tapi dia jadi sasaran. Dia bukan bagian orang yang ikut tawuran," ujarnya.
Dia menceritakan, peristiwa ini dipicu oleh kelompok bermotor yang sengaja mencari onar. Kelompok ini membawa senjata tajam (sajam) dan sengaja mencari orang yang seumuran untuk mencari keributan.
"Kronologinya, ada sekelompok anak remaja. Dan memang kelompok ini membuat onar. Mereka polanya mobile 10-15 orang, dengan sajam yang mereka miliki, mereka cari anak seumuran, nyari yang nongkrong-nongkrong," ucap dia.

Dari peristiwa ini, ada seorang lainnya yang mengalami luka-luka. Namun, polisi juga menangkap dua orang yang diduga terlibat dalam kasus ini.
"Semalam kita amankan ada 15 motor. Ada dua orang juga yang sedang kita interogasi. Mudah-mudahan akan kita ketahui motif dan berasal dari mana kelompok mereka," tuturnya.
Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 05.32 WIB. Situasi lalu lintas sempat tersendat ketika kericuhan ini terjadi. 

Marak Tawuran di Jaktim, Polisi Bentuk Satuan Gerak Cepat

Polres Jakarta Timur merespons maraknya tawuran yang terjadi di wilayahnya. Kapolres Jakarta Timur Kombes Andry Wibowo mengatakan akan membentuk satuan gerak cepat antitawuran untuk mengantisipasi hal tersebut.
"Sebagai respons atas terjadinya beberapa kejadian kelompok seperti tawuran warga dan tawuran anak-anak, untuk menjaga dan mencegah eskalasi di lapangan kita akan bentuk Satuan Gerak Cepat Antitawuran Jakarta Timur," kata Andry ketika dihubungi, Minggu (21/5/2017).

Dia mengatakan, satuan ini adalah revitaslisasi atas unit yang sudah ada dan dibentuk di polres. Namun, satuan ini lebih terlatih dan terpola yang akan melakukan penanganan awal ketika terjadi konflik horizontal.
"Satuan ini spesialis penangnan konflik kelompok. Ini untuk penanganan awal untuk back-up satuan yang sudah ada. Seperti model pemadam kebakaran yang ada untuk merespons cepat peristiwa," ujarnya.
Senin (22/5) besok, rencananya Andry akan langsung melatih sebanyak 45 orang yang akan ada di satuan ini. Ditargetkan pada bulan Ramadan nanti, satuan ini akan mulai beroperasi.

Selain itu, juga akan dibentuk tim yang bertugas mempelajari pola gerakan kelompok bermotor yang kerap membuat onar ini. Kedua tim ini akan dipadukan untuk meredam aksi tawuran yang belakangan marak terjadi.
Andry mengharapkan, di pihak keluarga dan masyarakat ikut terlibat dalam penanganan fenomena tawuran yang melibatkan anak muda ini. Sebab, menurutnya penanganan sosial tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat.
"Penanganan hal seperti ini, keluarga juga harus berperan. Keluarga harus bertanggungjawab atas anaknya. Di tingkatan RT/RW juga harus mencegah. Bila ditemukan anak-anak yang masih nongkrong di atas jam 11 harus. Kita tetap bertangggung jawab dengan membentuk dan mencari sebuah kasus. Tapi penyelesaisan kasus tidak hanya dapat diselesaikan oleh aparat," papar dia.

Beberapa kasus tawuran di Jaktim terjadi belakangan waktu. Pagi tadi terjadi tawuran di Jalan Dewi Sartika, Kampung Makasar, Jakarta Timur yang mengakibatkan tewasnya seseorang berinisial F (20).

Sumber      :  news.detik.com
Editor        :  bandarberita757.blogspot.com
Advertisemen

Disqus Comments