v

Ini yang di tanyakan Ahok kepada Djarot saat bertemu di tahanan

Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat bertemu dengan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di tahanan Mako Brimob Kelapa Dua Depok usai dilantik menjadi gubernur definitif.

Saat bertemu Ahok, Djarot melaporkan sejumlah perkembangan pembangunan yang berhasil dilakukan Pemprov DKI Jakarta.

"Biasa kerja. Evaluasi kerja, laporan. Ada beberapa yang harus kita selesaikan," kata Djarot saat bersilaturahmi dengan kader DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta di Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (18/6/2017).

Djarot pun melaporkan tentang Jakgrosir dan sudah diresmikannya teknologi CAS, controlled atmosphere. Ahok kata Djarot juga bertanya soal kelanjutan pembangunan masjid di taman Kalijodo, Jakarta Utara.

"Terus kemudian beliau tanya bagaimana kelanjutan pembangunan masjid di Kalijodo. Saya sampaikan masih on schedule, Insya Allah tanggal 5," kata Djarot.

Tak hanya itu, Ahok juga berharap pembangunan yang sudah dijadwalkan bisa segera dikebut. "Kemudian bagaimana dengan penyelesaian Simpang Susun Semanggi, on schedule tanggal 17. Terus koridor 13 dia tanyakan juga, saya sampaikan, masih ada beberapa perbaikan. Jadi kita kebut," kata Djarot.

Keluarga Berharap Ahok dapat Remisi

Nana Riwayatie, kakak angkat Ahok mengatakan, selama menjalan masa tahanan di Mako Brimob Kelapa Dua Depok, mantan Bupati Belitung Timur ini juga tidak pernah lagi menyinggung isu politik.

"Saya rasa dia juga sudah tidak mau terlalu banyak ini ya (berpolitik), dia tidur saja salah, jadi boro-boro mau ngomong," kata Nana kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (8/6/2017).

Sementara itu, hari-hari menjalani masa tahanan, diisi Ahok dengan lebih mendekatkan diri kepada Tuhan dengan sering membaca kitab suci. Mantan Bupati Belitung Timur itu juga kerap membalas surat-surat dari penggemarnya dari dalam penjara.

"Dia banyak membaca Kitab Injil. Membalas surat yang kirim surat kan banyak banget sekarang," kata Nana

Nana juga menanggapi jaksa yang mencabut banding atas hukuman dua tahun penjara terhadap Ahok. Menurut Nana, sikap jaksa sudah tepat.

Sedangkan keluarga Ahok mencabut banding karena berpikir lebih baik menunggu keringanan dari pengadilan.

"Tinggal menunggu-nunggu remisi (pengurangan masa tahanan). Mungkin itu yang lebih baik," kata Nana. Menurutnya, sejak awal keluarga sudah menduga kasus Ahok terkait kepentingan politik.

Sampai sekarang, keluarga masih meyakini kasus penodaan agama hanya untuk membikin Ahok kalah di Pilkada DKI 2017. "Mestinya dia tidak dua tahun penjara, kok tiba-tiba dua tahun," kata Nana.

Editor     :   bandarberita757.blogspot.com
Advertisemen

Disqus Comments