v

Kasus SMS 'Ancaman', Polisi Tentukan Status Hary Tanoe Pekan Depan

Status Hary Tanoesoedibjo (HT) terkait adanya SMS yang dianggap sebagai ancaman kepada jaksa Yulianto akan ditentukan pekan depan setelah polisi melakukan gelar perkara. HT saat ini masih berstatus sebagai saksi.

"Saat ini kita masih dalam proses penyelidikan, minggu depan kita akan gelar kita akan tentukan apakah ini bisa naik ke penyidikan atau tidak," ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Martinus Sitompul, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jaksel, Jumat (16/6/2017).

Dalam gelar perkara yang akan dilakukan pekan depan, polisi akan menentukan naik tidaknya kasus ini ke tingkat penyidikan. Kalau kasus ini naik ke tingkat penyidikan maka bakal ada tersangka yang ditetapkan oleh polisi.

"Kalau tingkat penyidikan maka kita disitu akan menentukan siapa tersangkanya," kata Martinus.

Hingga saat ini polisi telah memeriksa 13 saksi soal aduan adanya SMS 'kaleng' ini. 

"Saat ini sudah 13 orang saksi yang diperiksa termasuk di dalamnya ahli untuk kita ambil keterangan," imbuh Martinus.

Sebelumnya, polisi telah memeriksa HT dan Yulianto. Keduanya memberikan versi yang berbeda soal isi SMS 'Ancaman'. 

Yulianto mengaku mendapat SMS 'kaleng' tiga kali, pada 5, 7, serta 9 Januari. Dia juga mendapat Whatsapp dari nomor yang sama.

Yulianto melaporkan HT ke Bareskrim sebab dalam SMS dan Whatsapp itu disebutkan namanya 'Yulianto'. Penyebutan itulah yang menjadi pertimbangan bagi dirinya untuk melaporkan HT sebab ditujukan langsung kepada dirinya.

Sementara itu, saat diperiksa Bareskrim, HT membantah SMS yang dikirimkannya itu bukanlah sebuah ancaman. Dia mengatakan pihak penegak hukum yang hendak dia berantas bersifat jamak, bukan orang per orang.

Beda Jaksa Agung dan Polri soal Status Hary Tanoe di Kasus SMS

Hary Tanoesoedibjo dilaporkan oleh jaksa Yulianto terkait dengan SMS yang dianggap sebagai ancaman. Jaksa Agung Prasetyo ikut angkat bicara mengenai kasus itu.

"Jadi hasil penyidikan dari penyidik Polri kemudian diserahkan kepada penuntut umum. Di situ nanti akan diteliti sudah lengkap atau tidak, memenuhi syarat untuk diajukan ke persidangan atau tidak, itu nanti kita tunggu. Pak Yulianto dipanggil di sana itu kewajibannya untuk hadir, begitu pun tentunya si tersangkanya," kata Prasetyo.

"Terlapor... tersangkalah sekarang sudah tersangka, setiap kali diundang ya harus hadir itu kewajiban," kata Prasetyo.

Hal itu disampaikan Prasetyo kepada wartawan di Kejaksaan Agung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (16/6/2017). Prasetyo menjawab pertanyaan mengenai kasus 'SMS ancaman' yang dilaporkan Yulianto.

Pihak terlapor dalam kasus itu adalah Hary Tanoe. Kasus ini ditangani Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri.

Apabila penyidik kepolisian menetapkan seseorang sebagai tersangka, sesuai dengan prosedur, penyidik memang harus mengirimkan surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) ke jaksa. Dengan begitu, jaksa mengetahui dan mulai bisa berkoordinasi untuk proses peralihan berkas penyidikan ke penuntutan.

Ketika dimintai konfirmasi secara terpisah, Direktur Siber Bareskrim Polri Brigjen Fadil Imran menyanggah informasi yang disampaikan Prasetyo. Dia membantah sudah ada penetapan tersangka.

Advertisemen

Disqus Comments