v

Suami Tega Potong Jari Istrinya Hanya karena Alasan yang Lebih Primitif daripada Era Kartini Begini

bandar757 - Dahulu kala, era sebelum emansipasi wanita oleh RA Kartini, banyak kejadian, kaum perempuan dilarang menempuh pendidikan di sekolah formal. Mereka dihalangi. Hanya kaum laki-lakilah yang dizinkan bersekolah.

Kendatipun zaman sudah modern, dan kini era kesamaan gender sudah terbuka, bagi sebagian orang rupanya tetap saja berpikir primitif.

Lihatlah kejadian, seorang dari kaum perempuan, bernama Hawa Akhter (21 tahun), warga Bangladesh, menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga karena terkait pendidikan.

Hawa Akhter terpaksa kehilangan jarinya akibat dipotong oleh suaminya sendiri. Penyebabnya, Hawa belajar untuk meraih gelar sarjana tanpa sepengetahuan Rafiqul Islam (30), suaminya.

Kejadian naas itu pun tiba. Rafiqul meminta istrinya untuk menutup mata, dan meletakkan kaset dalam mulut istrinya. Kemudian ia mengatakan pada Hawa untuk mengangkat tangannya, karena suaminya itu ingin memberikan kejutan.

Tentu Hawa pun bersemangat untuk mendapatkan "kejutan" dari suaminya tersebut. Tapi tak disangka-sangka kejadian berikutnya merupakan insiden paling mengerikan dalam hidupnya.

Rafiqul tiba-tiba memotong jari istrinya, dan meminta kerabatnya untuk membuang jari sang istri agar dokter tidak bisa memasang kembali jarinya tersebut.

"Tiba-tiba, dia menutup mata dan mengikat tanganku,” tutur Hawa dikutip Tribun-Medan.com dari Grid.ID.

“Dia juga menempelkan mulut saya dengan mengatakan bahwa dia akan memberi saya beberapa hadiah mengejutkan, tapi dia malah memotong jariku," ujar Hawa seperti yang dikutip dari Viral4real.

Menurut sebuah laporan, Rafiqul adalah seorang tenaga kerja di Uni Emirat Arab, dan langsung pulang ke Bangladesh setelah mengetahui tindakan istrinya yaitu kuliah.

Rafiqul pernah mengingatkan Hawa bahwa ia tidak boleh belajar karena Rafiqul takut dan cemburu bahwa istrinya melampaui pencapaian pendidikannya. Laki-laki hanya memiliki standar pendidikan kelas delapan, setara kelas II SMP.

Kembali ke Rumah Orangtua 

Kepala Polisi Bangladesh Mohammed Saluddin, mengatakan polisi telah menangkap Rafiqul Islam di Dhaka, Ibu Kota Bangladesh. Dan Rafiqul akan menghadapi tuntutan.

Para pegiat hak asasi manusia setempat mendorong agar Rafiqul dijebloskan ke penjara.
"Dia (Rafiqul) sangat marah. Dia cemburu karena menempuh pendidikan hingga hanya kelas delapan, sedangkan istrinya ingin menempuh pendidikan yang ke perguruan tinggi," ujar Saluddin dikutip Tribun-Medan dari dailymail.co.uk.

Hawa Akhter telah kembali ke rumah orangtuanya. Ia mengatakan, seperti anak-anak TK, kini ia sedang berlatih menulis menggunakan tangan kiri, setelah jari tangan kanan dipotong suami.

Kasus ini merupakan kejadian terkini di Bangladesh. Juni lalu, seorang pengangguran mencungkil mata istrinya, seorang asisten professor Universitas Dhaka, hanya karena putus asa, dia sendiri putus kuliah, tidak dapat menyelesaikan pendidikan di Universitas Kanada.

Editor        :    bandarberita757.blogspot.com

Advertisemen

Disqus Comments