12 Mei 2017

Polisi langsung jemput paksa Rizieq begitu tiba di Indonesia


Polda Metro Jaya telah melayangkan panggilan kedua terhadap Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab terkait kasus chat pornografi diduga dirinya dengan Firza Husen. Panggilan ini sudah dilayangkan pada 8 Mei 2017 namun dirinya mangkir panggilan tersebut pada 10 Mei 2017.

"Iya sudah kita layangkan dan tidak hadir. Ya kita akan melakukan penjemputan paksa. Sesampainya beliau di Indonesia. Ya nanti jika beliau sudah di Jakarta kita akan langsung jemput paksa, dan kita (Tim) sudah pantau terus keberadaan beliau," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jumat (12/5).

Polda Metro telah bekerja sama dengan pihak ke Imigrasi untuk menangani kasus ini. "Ya tentu kita pasti melakukan kerja sama dengan pihak Imigrasi," ujarnya.

Sebelumnya, Banyak yang menanyakan keberadaan Muhammad Rizieq Husein Syihab (HRS) yang populer dipanggil Habib Rizieq. Ternyata kini Habib Rizieq tengah menjadi kandidat doktor di Universitas Sains Islam Malaysia (USIM), Nilai, Negeri Sembilan.

"HRS saat ini kandidat doktor pada Dakwah dan Manajemen Islam Universitas Sains Islam Malaysia. Disertasinya sudah 70 persen," ujar Kepala Program Dakwah dan Manajemen Islam USIM, Associate Proffesor Dr Kamaluddin Nurdin Marjuni di Kuala Lumpur, Kamis (11/5).

Pria asal Indonesia alumni Universitas Al-Azhar Kairo Mesir tersebut saat ini menjadi promotor pertama Habib Rizieq sedangkan promotor kedua Dr. Ahmed Abdul Malik dari Nigeria.

Kamaluddin mengatakan HRS memulai S3 pada September 2012 di Universiti Sains Islam Malaysia di Program Dakwah dan Pengurusan Islam, Fakulti Kepimpinan dan Pengurusan.

Posting Komentar