14 Mei 2017

Ubi Jalar Mampu Hentikan Pertumbuhan Sel Kanker



Ubi jalar yang manis sering dianggap sepele karena murah. Selain kaya serat, ubi ini mampu hambat pertumbuhan sel kanker.

Ubi jalar sendiri memiliki tiga jenis, yakni ubi jalar putih, ubi jalar kuning dan ubi jalar ungu campur jingga. Setiap 100 g ubi jalar kuning mengandung 86 kalori, 20 g karbohidrat, sodium 55 mg dan potassiun 337 mg. Ubi ini tidak mengandung lemak dan kolesterol dan vitamin A sebesar 283%. 

Kandungan nutrisi ini juga tergantung pada gradasi warnanya. Semakin pekat warnanya, maka semakin tinggi nutrisinya. Seperti potasium, kalsium, vitamin C, dan kaya akan komponen yang mampu melawan sel kanker.

Ubi memiliki lebih dari 600 karotenoid yang yang mampu menghentikan pertumbuhan sel kanker. Salah satu yang terkuat dalam karotenoid tersebut adalah betakarotin, termasuk vitamin. Antioksidan terkuat yang dapat membantu mencegah pertumbuhan sel kanker dalam darah.

Tidak hanya itu, pada ubi jalar juga terdapat protein tumbuhan. Salah satu yang terkuat adalah sporamin. Sebanyak 80 persen protein tersebut ditemukan dalam ubi. Sporamin memiliki efek yang sangat baik dalam mencegah kanker.

Penelitian juga menunjukkan bahwa sporamin dan karotenoid sangat berguna untuk melawan kanker. Seperti, leukimia, kanker usus besar, kanker payudara, dan kanker lidah.

Selain untuk mencegah kanker, ubi jalar juga dapat mengatasi gula darah dan diabetes, saluran pencernaan, mengurangi peradangan, dan kesuburan. Sayangnya, tidak semua orang mengetahui bahwa mengonsumsi ubi dapat memberikan dampak yang sangat baik bagi kesehatan.

Ubi jalar bisa dinikmati sebagai pengganti nasi. Atau sebagai camilan dalam bentuk cake, es krim hingga beragam kue-kue. Karena mudha diolah, harganya murah, ubi manis ini bisa dinikmati setiap hari.

Sumber : http://www.detik.com
Posting Komentar