25 Juni 2017

Dua Bocah Tertangkap Lempari KA Logawa Lebaran di Cilacap

bandarberita757.blogspot.com - Dua bocah masih duduk di bangku sekolah dasar diamankan karena memecahkan kaca kereta api yang sedang melaju di Cilacap, Jawa Tengah, Sabtu (24/6/2017) pagi.

Mereka melempari batu ke arah Kereta Api Logawa Lebaran relasi Purwokerto-Jember tepatnya di KM 374+4 Desa Kedawung antara petak Randegan-Kroya.

Kaca gerbong 2 TD 9 ABC dan gerbong 4 21ABC sampai pecah terkena lemparan tersebut.

Manajer Humas PT KAI Daerah Operasi 5 Purwokerto Ixfan Hendriwintoko mengatakan, kereta baru saja berangkat dari Stasiun Purwokerto menuju Jember sekitar pukul 05.55 WIB saat kedua bocah melemparinya.

"Kejadian itu lantas ditindaklanjuti petugas yang tengah berpatroli," kata Ixfan. Petugas keamanan PT KAI langsung menyisir lokasi untuk menemukan keberadaan oknum tak bertanggung jawab itu.

Petugas akhirnya berhasil mengamankan pelaku pelemparan. Aksi membahayakan itu dilakukan dua bocah berusia 11 tahun, yakni MI dan DC.

"Petugas kami membawa pelaku ke Polsek Kroya. Kedua orang tua dipanggil untuk bertanggung jawab atas perbuatan anaknya" ujar dia.

Orangtua kedua bocah itu lantas dimintai pertanggungjawaban untuk mengganti kerugian PT KAI akibat kaca pecah. Mereka juga diminta membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatan nakalnya lagi.

Ixfan mengungkapkan, insiden pelemparan batu oleh anak-anak sudah terjadi dua kali selama masa angkutan lebaran ini. Pekan lalu, pelemparan juga terjadi di Bumiayu, Brebes, yang mengakibatkan kaca lokomotif pecah. Sayangnya, pelaku tak tertangkap.

Selain aksi pelemparan, pihaknya juga dibuat geram dengan aksi pengganjalan rel kereta api yang sempat terjadi di Kroya Cilacap beberapa waktu lalu.

Petugas keamanan stasiun dan Kepolisian Sektor Kroya berhasil menangkap empat remaja yang bertanggung jawab atas kejadian itu. Mereka berusia di bawah umur, yakni MH (14), SFY (12), LKM (12), dan AN (11), warga Kesugihan, Kabupaten Cilacap.

Keempatnya langsung dibawa ke Polsek Kesugihan, Cilacap. Orangtua mereka dipanggil untuk diberi pembinaan serta diwajibkan membuat surat pernyataan.

Sabotase berupa pengganjalan rel kereta api ternyata sudah berulangkali di Cilacap, menggunakan benda-benda keras kecil semisal paku hingga material berat berupa kayu gelondongan dan bongkahan batu.

"Aksi pengganjalan itu sangat membahayakan keselamatan penumpang karena bisa membuat kereta api tergelincir," ucap dia.


Posting Komentar