18 Juni 2017

Polri Tegaskan Kasus SMS Masih Dalam Proses Penyelidikan

Pernyataan Jaksa Agung M Prasetyo yang menyebut Chairman & CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo (HT) sebagai tersangka kasus SMS sangat tendensius, politis dan melampaui kewenangan. Mabes Polri sebagai penyidik menegaskan, kasus tersebut baru tahap penyelidikan dan HT merupakan saksi terlapor.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Pol Martinus Sitompul memastikan, HT masih sebagai saksi dalam kasus dugaan ancaman melalui SMS kepada jaksa Yulianto. "Saat ini (kasus SMS) dalam proses penyelidikan," tegas Martinus, Sabtu (17/6).

Penyidik saat ini tengah mengumpulkan informasi sebanyak mungkin. Sejauh ini saksi yang diperiksa berjumlah 13 orang termasuk saksi ahli. Setelah melalui proses penyelidikan itu, lanjut Martinus, barulah nanti dilakukan gelar perkara untuk menentukan apakah kasus tersebut laik naik kepenyidikan atau tidak. Sesudah itu barulah akan diketahui siapa tersangkanya. "Jadi sampai saat ini masih dalam proses penyelidikan,” tandas Martinus.

Ketua Umum Partai Perindo, Hary Tanoesoedibjo memberikan keterangan sebagai saksi terlapor di Bareskrim Polri. Keterangan itu terkait tuduhan pesan singkat (SMS) berisi ancaman kepada Jaksa Yulianto.

Usai memberikan keterangan kepada Bareskrim Polri, Hary Tanoesoedibjo menilai tuduhan yang dilayangkan Yulianto sangat janggal. Menurutnya tuduhan tersebut tidak berdasar dan tidak disertai alat bukti yang kuat.

"Saya selama ini tidak pernah melihat barang bukti. Jadi ini harus clear. Barang bukti SMS di HP Mas Yulianto itu di mana?" ujar pria yang akrab disapa HT ini di Gedug Bareskrim Polri, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (12/6). Dia mengungkapkan, subtansi pesan pendek yang dikirimkan ke Yulianto juga tidak ada unsur mengancam di dalamnya.

Editor     :   bandarberita757.blogspot.com
Posting Komentar